Liliyana Natsir Pensiun dari Bulutangkis, Ini Dia Momen Terbaik Perjalanan Kariernya

Liliyana Natsir pensiun dari bulutangkis. Turnamen internasional Indonesia Master 2019 menjadi pertandingan terakhirnya. Sepanjang kariernya, Butet, sapaan akrabnya, mendulang banyak prestasi di berbagai kancah internasional. Begitu pun saat bermain di Indonesia Master 2019 yang digelar di Istora Senayan, Jakarta. Butet berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan kenangan manis di ujung kariernya.

Berkarier selama 24 tahun bukanlah waktu yang sebentar bagi Butet membangun karier hingga menjadi pemain yang disegani sekaligus idola sesama atlet. Butet sudah bermain bulutangkis sejak usia 9 tahun dan  hijrah ke Jakarta untuk menjalani karier professional. Butet dikenal paling handal dalam urusan defense dan netting depan yang terkadang menyulitkan lawan. Ada banyak prestasi dan kenangan yang terukir perempuan asal Sulawesi Utara ini di setiap “tugas negara” yang dijalani. Tidak hanya berupa medali ataupun pengumpulan poin, pencapaian lainnya juga meninggalkan kesan mendalam. Buat kamu yang ngaku badminton lovers, simak ulasan Yorbanize yang sudah merangkum pencapaian terbaik Butet di sepanjang kariernya. Check this out!

Liliyana Natsir #1: Mematahkan Mitos Istora

Via: instagram.com/natsirliliyana

Salah satu turnamen bergengsi dalam bulutangkis adalah Indonesia Open dengan hadiah uang tunai yang cukup besar. Butet sudah mengikuti ajang Indonesia Open sejak tahun 2005 dengan beragam pasangan, baik ganda putri maupun ganda campuran. Bersama pasangan terakhirnya saat ini, yaitu Tontowi Ahmad, Butet melaju hingga babak final di tahun 2011, 2012, 2017, dan 2018. Meski main di rumah sendiri dan dukungan suporter, Owi/Butet tidak serta meraih kemenangan dengan mudah. Di tahun 2011 dan 2012 Owi/Butet harus berbesar hati tidak bisa menambah gelar juara dari Indonesia Open. Mitos Istora—yang konon menjadi pembuktian sebagai pebulutangkis sejati karena atmosfernya—belum berhasil dipatahkan. Di tahun-tahun berikutnya, Owi/Butet lebih banyak mendulang prestasi di luar negeri, termasuk jawara All England di tahun 2012, 2013, dan 2014. Baru saat Indonesia Open 2017 digelar di Jakarta Convention Center, titel juara berhasil diraih Owi/Butet mengalahkan pasangan Tiongkok Zheng Siwei/Chen Qingchen. Di tahun berikutnya, setelah turnamen diadakan kembali di Istora, Owi/Butet berhasil mempertahankan gelar dan berhasil mematahkan “mitos Istora” yang kerap kali gagal bertanding di rumah sendiri.

Liliyana Natsir #2: Menjadi Atlet Bulutangkis Wanita Kedua Peraih Medali Emas Olimpiade

VIa: olahraga.kompas.com

Tidak puas dengan beragam pertandingan yang diselenggarakan Badminton World Federation (BWF), Butet turut serta dalam Olimpiade untuk makin melengkapi gelarnya dan telah ikut berpartisipasi sejak Olimpiade 2008. Di tahun 2008, Butet meraih medali perak dari nomor ganda campuran bersama Nova Widianto dan meraih medali emas di Olimpiade 2016 di Rio de Jenairo, Brasil dengan Tontowi Ahmad.

Sejak bulutangkis menjadi cabang olahraga yang dipertandingkan sejak Olimpiade Barcelona 1992, Indonesia tidak pernah absen menyumbangkan medali emas kecuali pada Olimpiade 2012. Total sudah ada tujuh medali emas diraih, kebanyakan disumbang oleh atlet putra. Liliyana Natsir alias Butet menjadi wanita kedua penyumbang emas Olimpiade bagi Indonesia setelah atlet tunggal putri Susi Susanti di tahun 1992. Sebelumnya, atlet tunggal putri lainnya, yaitu Mia Audina dan Maria Kristin Yulianti turut menambah pundi medali masing-masing perak di tahun 1996 dan perunggu di tahun 2008. Minarti Timur pun ikut menyumbangkan medali perak di tahun 2000.

Liliyana Natsir #3: Menduduki Peringkat Satu Dunia dengan Beragam Pasangan


Via: Via: instagram.com/tontowiahmad_, gettyimages.com
(atas) Liliyana Natsir dan Nova WIdianto – (bawah) Liliyana Natsir dan Tontowi Ahmad

Sepanjang kariernya, Butet bermain di nomor ganda, baik ganda putri maupun campuran. Prestasinya di ganda putri terbilang biasa saja. Butet banyak mengukir prestasi bersama Vita Marissa di ganda putri, yaitu juara di China Master Super Series 2007, SEA Games 2007, dan Indonesia Open 2008. Keduanya menduduki peringkat ke-49 di tahun 2010 versi BWF. Lain halnya dengan ganda campuran, karier bulutangkis Butet bersinar kuat. Peringkat tertinggi Butet sebagai pemain ganda campuran diraih bersama Nova Widianto dan Tontowi Ahmad. Butet/Nova meraih peringkat satu dunia BWF di tahun 2010, sedangkan Owi/Butet di tahun 2018. Selain peringkat satu dunia, Butet pun meraih berbagai gelar prestisius bersama Nova dan Tontowi, seperti berbagai kejuaraan Super Series, SEA Games, Asian Games, All England, dan Olimpiade.

Liliyana Natsir #4: Persembahan Terakhir di Indonesia Master 2019

Via: bolasport.com

Keinginan untuk pensiun sudah dicetuskan Butet sejak 2018, namun ia memilih bertahan hingga awal 2019. Di laga pamungkas jelang masa pensiunnya, Owi/Butet berhadapan dengan ganda campuran Tiongkok, yaitu Zheng Xiwei/Huang Yaqiong. Tidak main-main, lawan terakhir Owi/Butet ini masih memegang peringkat satu dunia ganda campuran. Kedua pasangan ini sudah pernah bertemu sebanyak empat kali dan Owi/Butet mengunci satu kemenangan, sisanya milik Xiwei/Yaqiong. Meski secara fisik dan peringkat pasangan Tiongkok unggul, tapi Owi/Butet tidak mau menyerah begitu saja. Pengalaman yang jauh lebih banyak menjadi keunggulan pasangan Indonesia yang sudah bermain bersama selama delapan tahun. Terlebih bagi Butet yang ingin menutup kariernya dengan kenangan manis. Pertarungan pasangan beda generasi ini dimenangkan oleh pasangan Tiongkok dengan perolehan poin 21-19, 19-21, dan 14-21. Owi/Butet menutup karier delapan tahunnya sebagai runner up Indonesia Master 2019 dan badminton lovers memberikan apresiasi setinggi-tingginya pada mereka.

Pengabdian Butet pada bulutangkis Indonesia tidak perlu diragukan. Semangat juang, mental juara, kegigihan, dan keyakinan selama bertanding telah menginspirasi banyak orang. Badminton lovers dan para atlet bulutangkis akan sangat kehilangan sosok pemain hebat seperti Butet. Farewell, Butet. Terima kasih atas kerja kerasnya untuk Indonesia selama ini. Semoga di masa depan akan lahir Butet-Butet lain yang akan mengharumkan nama bangsa ini.

Source: id.wikipedia.org, cnnindonesia.com, bwfbadminton.com, detik.com, kompas.com

Facebook Comments

Subscribe Us!

Leave a Comment

Your email address will not be published.

Show Buttons
Hide Buttons