Masih Rindu dengan Asian Para Games 2018? Ini Dia Beragam Best Moment yang Terjadi Sepanjang Pertandingan

October 25, 2018
69 Views

Asian Para Games 2018 resmi berakhir pada tanggal 13 Oktober 2018. Penyelenggaraan pesta olahraga tingkat Asia untuk atlet disabilitas terbilang sukses di kali ke-3 setelah sebelumnya berlangsung di Republik Rakyat Tiongkok dan Korea Selatan. Diikuti 43 negara di Asia, Asian Para Games menjadi ajang inspirasi dan adu kehebatan lebih dari 2.500 di 18 cabang olahraga.

Indonesia sebagai tuan rumah Asian Para Games 2018 menjadi saksi beragam kisah dan momen bersejarah  sepanjang delapan hari penyelenggaraan dari pembukaan hingga penutupan acara. Di balik suksesnya Asian Para Games, ada banyak momen indah dan berharga yang terjadi serta beragam inspirasi bagi siapa saja yang menyaksikan. Kali ini Yourbanize akan membawa kembali beragam best moment yang terjadi selama Asian Para Games 2018 yang mungkin kamu lewatkan.

Asian Para Games 2018 #1: Solidaritas Antarbangsa di Lapangan

Via: instagram.com/jakartaswift.basketball

Secara teknis, peraturan di cabang olahraga di Asian Para Games tidak berbeda dengan pertandingan untuk non-disabilitas. Hanya saja di olahraga tertentu atlet bisa menggunakan alat bantu atau pendamping yang bisa mendukung. Dengan adanya tambahan alat bantu, atlet selain harus berkonsentrasi pada olahraganya, mereka harus menjaga alat bantunya tidak mencederai diri sendiri dan lawan. Sepanjang penyelenggaraan, atlet yang menggunakan alat bantu seperti kursi roda banyak saling membantu apabila ada yang terjatuh atau terluka. Meski di lapangan para atlet adalah rival, rasa kemanusiaan tidak ikut hilang dengan saling bantu untuk bangun dan kembali bertanding. Sebuah sikap yang patut dicontoh untuk tetap peduli pada orang lain meskipun kita berlawanan.

Asian Para Games 2018 #2: Pecahnya Berbagai Rekor Baru Dunia

Via: asianparagames2018.id

Bertanding di tingkat Asia, banyak rekor dari berbagai cabang olahraga tercipta dan mengalahkan pencapaian sebelumnya di nomor yang sama. Tercatat, ada 18 rekor baru yang tercipta, namun tidak ada atlet Indonesia yang memecahkan rekor dunia. Rekor baru tercipta di cabang olahraga renang, para angkat beban, para atletik, dan menembak. Seacara umum, rekor yang terpecahkan meliputi waktu tercepat, angkatan terberat, jarak lemparan terjauh, dan jumlah poin terbanyak.

Asian Para Games 2018 #3: Lahirnya 3 Srikandi Indonesia Baru

Via: instagram.com/asianparalympic

Jika dulu kita mengenal 3 Srikandi Indonesia peraih medali pertama untuk Indonesia pada Olimpiade Seoul 1988, Asian Para Games juga menjadi saksi Srikandi baru lahir. Mereka adalah Putri Aulia, Ni Made Ariyanti, dan Endang Sari Sitorus. Ketiganya berlaga di cabang para atletik nomor lari 100 meter putri T13 atau keterbatasan penglihatan. Ketiganya berkompetisi mewakili Indonesia dan secara berurutan finis di tiga besar, membuat Indonesia menyapu bersih tiga medali. Prestasi ketiganya menjadi salah satu sejarah dimana tiga atlet Indonesia berdiri bersama dan tiga bendera merah putih berkibar.

Asian Para Games 2018 #4: Momen “All Indonesian Final”

Via: instagram.com/nahrawi_imam

Pada ajang empat tahunan ini, Indonesia mengirimkan 294 atlet untuk berlaga. Dengan banyaknya jumlah atlet yang turun dan beragam tingkat disabilitas memungkinkan Indonesia mendulang medali. Pertandingan dapat digelar apabila ada minimal empat atlet dari dua negara peserta. Indonesia tidak menyia-nyiakan peluang yang ada dan berhasil mengirimkan banyak atlet hingga ke babak final, bahkan kerap terjadi momen “all Indonesian final”. Jika sudah begini, penonton akan sedikit “tenang” karena medali emas sudah pasti di genggaman. Selama Asian Para Games, momen “all Indonesian final” terjadi di cabang olahraga bulutangkis sebanyak dua nomor, tenis meja sebanyak satu nomor, dan catur satu nomor.

Asian Para Games 2018 #5: Antusiasme Positif dari Masyarakat 

Via: instagram.com/asianparalympic

Sebelumnya, sempat beredar postingan di sosial media bahwa sedikitnya jumlah penonton di beberapa venue olahraga. Namun, hal tersebut tidak berlangsung lama. Banyak masyarakat yang akhirnya datang ke berbagai venue olahraga untuk menonton langsung seperti di GBK atau di Veldrome. Inapgoc pun menggratiskan tiket bagi rombongan siswa sekolah berseragam. Demi menunjang mobilitas penonton menuju venue, transportasi internal dan arena festival disediakan. Khusus penyandang disabilitas dan pengguna kursi roda disediakan ojek gratis dan arena menonton khusus. Hal ini diapresiasi masyarakat, ditambah dengan kemudahan membeli tiket yang tidak sesulit saat Asian Games dan harga yang lebih murah. Selepas Asian Para Games, diharapkan masyarakat tetap memiliki empati dan dukungan yang sama untuk atlet disabilitas serta menginspirasi penyandang disabilitas berpartisipasi dalam kegiatan olahraga.

Asian Games dan Asian Para Games sudah berlalu, tapi semangat seluruh atlet dan keseruan sepanjang acara tetap terasa. Sebuah kehormatan bagi Indonesia bisa menjadi tuan rumah dua event olahraga bergengsi ini dan entah kapan kesempatan seperti ini datang kembali. GIliran kita untuk terus mendukung atlet-atlet kebanggaan bangsa di ajang olahraga apapun, baik saat jadi jawara ataupun terpuruk. Kalo kamu, apa yang paling berkesan dari Asian Para Games?

 

Source: asianparagames2018.id, liputan6.com, detik.com

Facebook Comments

Subscribe Us!

Leave a Comment

Your email address will not be published.

Show Buttons
Hide Buttons