Film Review-Hujan Bulan Juni

November 7, 2017
327 Views

Setelah sebelumnya dikenal dalam bentuk puisi, lagu, dan novel, Hujan Bulan Juni kini hadir dalam bentuk film. Tepat 2 November lalu, film Hujan Bulan Juni resmi ditayangkan di bioskop-bioskop Indonesia. Disutradarai oleh Reni Nurcahyo Hestu Saputra, film Hujan Bulan Juni dimainkan oleh Velove Vexia dan Adipati Dolken sebagai pemeran utama.

Sinopsis Film Hujan Bulan Juni

Alur cerita film ini sebenarnya mirip seperti novelnya, yaitu tentang kisah Pingkan dan Sarwono; sepasang kekasih yang mengalami ujian besar dalam mempertahankan cinta mereka. Pingkan adalah seorang dosen muda sastra Jepang Universitas Indonesia yang mendapat kesempatan melanjutkan studinya di Jepang. Sesuai dengan namanya, Pingkan berasal dari keturunan Manado dengan campuran darah Jawa dari ibunya. Sarwono adalah seorang Jawa tulen yang berprofesi sebagai dosen antropologi. Beberapa waktu sebelum keberangkatan Pingkan ke Jepang, Sarwono mendapat tawaran untuk presentasi di Manado. Ia pun meminta Pingkan menjadi pemandunya selama di sana. Perjalanan keduanya ke Manado mempertemukan mereka pada masalah perbedaan-perbedaan yang selama ini tertutupi besarnya kasih sayang antar mereka.

Review Film Hujan Bulan Juni

Film Hujan Bulan Juni merupakan sebuah film bergenre drama romantis yang mengangkat tema kesetiaan, toleransi, dan sastra. Baik Pingkan dan Sarwono, keduanya sama-sama berjuang untuk saling setia. Kehadiran beberapa tokoh pria di sekeliling Pingkan menjadi tantangan besar untuk menjaga keteguhan hatinya pada Sarwono. Begitu juga Sarwono, yang berjuang keras untuk melawan kecemburuannya demi mengikhlaskan Pingkan berjuang mengejar mimpinya. Perbedaan karakter Pingkan dan Sarwono seolah mengajak penonton untuk lebih ‘ramah’ kepada perbedaan. Unsur puitis dalam film ini terasa sangat kental. Ketika menonton film ini, kita akan banyak dimanjakan puisi cinta romantis khas karangan Sapardi Djoko Damono.

Alur Hujan Bulan Juni boleh dibilang cukup santai. Para penonton dapat mudah larut terbawa masuk ke dalam cerita. Namun, meskipun romantis, di film ini juga ada unsur komedi. Melalui tokoh Ben (Baim Wong) sebagai sepupu Pingkan dan Pak Tumbelaka (Surya Saputra) sebagai dosen Universitas Sam Ratulangi, penonton dihibur dengan dialog-dialog dan tingkah konyol mereka. Film Hujan Bulan Juni memiliki ending cukup unik yang tak terduga sebelumnya.

Para pemeran tokoh utama, Velove Vexia dan Adipati Dolken, boleh dibilang cukup berhasil memerankan peran mereka. Sebagai sebuah pasangan, keduanya cukup mendapat chemistry satu sama lain. Romantisme keduanya terasa pas tanpa terlalu menggumbar kontak fisik.

Dari segi latar, film Hujan Bulan Juni banyak menampilkan pesona keindahan alam Indonesia di Sulawesi Utara seperti Bukit Kelong Tomohon, Danau Linow, Bukit Kasih Kanonang, hingga Pantai Likupang. Selain itu, ada juga beberapa scene yang menampilkan suasana negeri Sakura.

Secara keseluruhan, film Hujan Bulan Juni cocok ditonton dari usia remaja hingga dewasa. Film ini dapat ditonton bersama dengan pasangan, teman, atau keluarga. Penasaran? Tonton segera filmnya!

Tak ada yang lebih tabah dari hujan bulan Juni, dirahasiakan rintik rindunya kepada pohon berbunga itu..”

(Hujan Bulan Juni)

Facebook Comments

Subscribe Us!

Leave a Comment

Your email address will not be published.

Show Buttons
Hide Buttons