Korea Indonesia Film Festival Datang Kembali! Ini Dia Rekomendasi Film yang Wajib Ditonton

September 10, 2017
318 Views

Korea Indonesia Film Festival – Kencangnya demam Korea alias K-wave di Indonesia udah gak bisa ditutupi lagi. Sudah banyak beberapa hal yang berkaitan dengan Korea digemari penduduk Indonesia, seperti drama, musik, makanan, dan lain sebagainya. Sambutan positif warga Indonesia terhadap budaya Korea dimanfaatkan sebagai bentuk jalinan persahabatan antara Indonesia dengan Korea.

Agar makin mendekatkan lagi hubungan dan memperkenalkan budaya masing-masing negara, acara tahunan Korea Indonesia Film Festival (KIFF) diadakan kembali di tahun 2017. KIFF sendiri akan digelar dari tanggal 14-17 September 2017. Acara ini terselenggara berkat kerjasama Korea Cultural Center Indonesia (KCCI) dan CGV Cinemas. KIFF 2017 akan serentak diadakan di empat kota, yaitu Jakarta (CGV Grand Indonesia), Medan (CGV Focal Point), Bandung (GCV Paskal 23), dan Surabaya (CGV Marvel City). Harga tiket pun sangat murah, yaitu sebesar 15 ribu untuk Jakarta dan Bandung serta 10 ribu untuk Medan dan Surabaya.

Pada KIFF 2017 ini ada 14 film yang akan ditayangkan terdiri dari 11 film Korea dan 3 film Indonesia yang belum lama tayang di tahun ini. Untuk film Korea yang akan tayang judulnya antara lain: The Battleship Island, Dongju: The Portrait of a Poet, Anarchist from Colony, A Day, Assassination, My Annoying Brother, The Admiral: Roaring Currents, Operation Chromite, The Road Called Life, Treasure Island, dan Sim Chung. Sedangkan film Indonesia yang akan tayang antara lain: Bukaan 8, Sweet 20, dan Kartini.

Dari banyaknya film yang akan tayang tersebut, Yourbanize punya rekomendasi film mana yang paling wajib ditonton dengan kekhasan dari masing-masing film. Film-film tersebut juga masih termasuk langka di layar bioskop Indonesia dan sayang banget kalau harus dilewatkan begitu saja. Apa aja sih, filmnya? Simak ulasan lengkapnya di bawah ini ya!

Korea Indonesia Film Festival 1: The Road Called Life

Via: www.twitter.com/festfilmkorea

Film ini adalah satu-satunya film dalam bentuk animasi yang tayang dalam rangkaian KIFF. Cerita dalam film ini berdasarkan dari tiga cerita terkenal Korea, yaitu When The Bucketwheat Flowers BloomSpring Spring, dan A Lucky Day. Ketiganya memiliki cerita yang berbeda. When The Bucketwheat Flowers Bloom berkisah tentang pertemuan tak terduga antara anak dan ayah di sebuah kincir air. Spring Spring yang memiliki kisah keluarga yang kompleks antara ayah yang memiliki sifat buruk, anak perempuannya, dan calon suami si anak perempuan. Sedangkan A Lucky Day berkisah tentang seorang penarik becak yang sudah lelah dengan kehidupannya yang miskin mendapatkan uang yang banyak dan berpikir hari itu adalah hari keberuntungannya.

Korea Indonesia Film Festival 2: A Day

Via: twitter.com/festfilmkorea

Film ini menjadi rekomendasi karena merupakan penayangan perdana di Indonesia. Film ini sendiri bercerita tentang seorang dokter spesialis organ dalam yang baik namun bukanlah seorang ayah yang baik bagi putrinya. Suatu hari ia dikejutkan dengan penglihatan sebuah kecelakaan lalu lintas dan anak perempuannya menjadi korban dengan luka parah. Sejak saat itu pula sang dokter seolah hidup dalam pusaran waktu yang sama.

Korea Indonesia Film Festival 3: Anarchist from Colony

Via: twitter.com/festfilmkorea

Belajar sejarah gak selamanya harus membosankan atau jadi dongeng pengantar tidur. Film ini dikemas dengan alur yang menghibur dan tidak tertebak. Film yang terinspirasi dari kisah nyata ini bercerita tentang seorang aktivis kemerdekaan Korea dari zaman penjajahan Jepang bernama Park Yeol. Ia juga mendirikan grup anarkis bernama Heukdohoe dan merencanakan pembunuhan terhadap Putra Mahkota Jepang HIrohito. Film ini juga menyelipkan humor seputar kisah cinta Park Yeol dan Fumiko Kaneko, seorang wanita Jepang yang berpihak pada Korea.

Korea Indonesia Film Festival 4: Dongju: The Portrait of A Poet

Via: twitter.com/festfilmkorea

Coba perhatikan dulu poster film ini. Apakah kamu merasa familiar dengan foto sang aktor? Yup, salah satu artis ternama K-drama, Kang Ha Neul, menjadi tokoh utama dalam film yang masih berlatar belakang era kemerdekaan Korea. Film ini berkisah tentang sorang penyari bernama Yun Dong-ju dan ia harus dijebloskan ke dalam penjara karena teribat dalam gerakan kemerdekaan Korea dimana saat ini masih dibawah penjajahan Jepang.

Sumber: rappler.com, wikipedia.com, salamkorea.com, thejakartapost.com

Facebook Comments

Subscribe Us!

Leave a Comment

Your email address will not be published.

Show Buttons
Hide Buttons