Novel Dilan 1990 Dibuat Film, Ini Alasan Kenapa Dilan Banyak Disukai Para Cewek

July 23, 2017
1978 Views

Dilan 1990 – Buat para penggemar novel, pasti gak asing lagi dengan trilogi karya Pidi Baiq ini. Yup, apalagi kalau bukan Dilan! Novel dengan karakter utama seorang siswa laki-laki kelas 2 SMA di Bandung ini sukses menjadi buah bibir di Indonesia. Selain alur cerita cinta khas anak sekolah dan penuturan setiap kata pada novel yang ringan, tentu kita tidak bisa lupa dengan Dilan dan Milea. Sudah menjadi pasangan favorit sejak masih dalam bentuk novel, akhirnya novel Dilan 1990 yang jadi seri pertama akan difilmkan.

Dua tokoh utama yang juga sepasang kekasih ini memang mencuri perhatian seakan membawa kembali memori masa sekolah, terutama saat mengenal cinta. Karakter Dilan yang digambarkan sebagai anak geng motor ini juga bikin pembacanya jatuh cinta. Sebenarnya, apa sih yang bikin para pembaca khususnya cewek menyukai Dilan? Kali ini Yourbanize akan kasih sedikit rangkuman mengenai Dilannya Milea ini. Pssttt, ini juga bisa jadi contekan para cowok untuk bikin pasangannya makin sayang. Yuk disimak!

Dilan 1990 – 1: Tidak Pelit Memberikan Pujian

Via: ayahpidibaiq.blogspot.com

 

Ingat saat Dilan bilang Milea itu cantik di atas angkot? Seandainya kita ada di posisi Milea, awalnya akan merasa ketakutan karena secara tiba-tiba ada orang asing berkata demikian. Dilan dengan gaya khasnya tidak perlu ada momen khusus untuk mengatakan demikian. Meskipun terkesan gombal, pujiannya yang tanpa basa-basi ini sukses bikin Milea memikirkan Dilan. Selain itu, sifat Dilan yang blak-blakan dan to the point ini secara tidak langsung membuatnya selalu berkata apa adanya pada Milea. Jarang kan, bisa menemukan pasangan yang jujur dan gak sungkan memberi pujian?

Dilan 1990 – 2: Penuh Kejutan

Via: expellianmus.blogspot.com

Jatuh cinta bisa bikin siapa saja melakukan hal-hal aneh yang mungkin tidak dipikirkan orang lain. Pernahkah kamu berpikir jika ada seseorang yang memberimu hadiah buku teka teki silang yang semuanya sudah terisi dengan alasan supaya tidak pusing menjawabnya? Atau saat si dia yang biasa naik motor tiba-tiba memilih naik angkot supaya bisa berdekatan dengan kita? Perilaku Dilan yang tidak bisa ditebak seperti itu awalnya bikin Milea takut, namun perlahan berubah menjadi sesuatu yang dirindukan. Dilan yang anak geng motor dan sering terlibat masalah di sekolah ternyata memiliki sisi sweet yang tidak diduga. Hanya dengan hal sederhana seperti buku teka-teki silang sudah bisa membuat Milea (dan para pembaca) jatuh cinta padanya.

Dilan 1990 – 3: Bukan Soal Mewahnya, Tapi Kualitasnya

Via: selenophile.blogspot.com

Di dalam novelnya, Milea dan Dilan jalan-jalan menyusuri salah satu jalan di Bandung menggunakan motor dan makan bakso di pinggir jalan. Tidak hanya itu, Dilan seperti tidak kehabisan akal untuk menyenangkan Milea, seperti “mengganti” nama jalan sekolah mereka dengan nama Milea saat jalan bareng. Sepanjang waktu mereka hayati bersama. Meski hanya sesimpel jalan-jalan naik motor dan makan di pinggir jalan, hal seperti itu jika kita tahu bagaimana memanfaatkannya bersama pasangan akan menjadi momen yang tak terlupakan. Membuat pasangan tersenyum bahagia tidak harus dengan sesuatu yang mahal, kan?

Dilan 1990 – 4: Punya Gombalan Bermakna

Via: bukubiruku.com

Dilan digambarkan memiliki ketertarikan pada sastra lama. Barangkali hal ini yang menjadikan Dilan memiliki banyak kosakata beragam yang sukses bikin Milea galau, malu, kegirangan, dan semacamnya. Kata-kata beragam makna itu Dilan tuliskan dalam berbagai surat dan puisi, kadang juga langsung diutarakan di depan Milea. Masih ingat kan, dengan ramalan Dilan yang bilang Milea akan jadi pacarnya? Atau lawakan garing Dilan saat di telepon yang bikin Milea tersenyum?

Dilan dan Milea hanyalah sedikit dari kisah cinta anak SMA yang mungkin pernah dialami sebagian orang. Di tengah masa pencarian jati diri dan emosi yang tidak stabil, kisah Dilan dan Milea ini seolah mengingatkan kita untuk bisa menjaga hubungan dari segi kualitas dan memanfaatkan waktu yang ada sebaik mungkin, entah bagaimana caranya. Seperti apa kisah “Dilan-Milea” versi kamu? Yuk share di kolom komentar.

Facebook Comments

Subscribe Us!

0 Responses

  1. (Respect sama penulis aslinya…)
    (masa ga ada yang komentar…???)
    (tetep semangat berkarya…)

    Iyah, novel favorit… belum bisa dikalahin… keren, ajib banget dilannya…

    Reply

Leave a Comment

Your email address will not be published.

Show Buttons
Hide Buttons