Apakah Temanmu Termasuk Toxic Friends? Cek Tanda-tandanya Di Sini

June 12, 2017
433 Views

Siapa sih, yang mau hidup seorang diri di dunia ini? Itulah mengapa kita harus memperluas pergaulan untuk menjaring koneksi. Tidak hanya untuk koneksi, bergaul dengan orang lain dari berbagai lingkungan dan latar belakang bisa melatih kemampuan bersosialisasi serta tidak menutup kemungkinan mereka yang kita temui menjadi teman. Selain keluarga, teman juga menjadi orang yang ada dalam kehidupan kita. Memiliki teman yang memiliki kecocokan satu sama lain memang menyenangkan, bisa menghabiskan waktu bersama di tengah padatnya kesibukan, mendukung satu sama lain, dan saling mengingatkan. Selain kecocokan, keakraban dengan teman juga jadi poin plus tersendiri. Tapi, apa benar jika teman kita benar-benar tulus berteman atau sebenarnya dia adalah toxic friends?

Toxic friends sendiri dapat diartikan sebagai kondisi dimana sebuah hubungan pertemanan tidak adanya “keseimbangan” satu sama lain dan semua hal berpusat pada diri orang tersebut hingga membuat kita seolah mengalami “kesusahan” di dalamnya. Guys, apakah temanmu seperti itu? Simak tanda-tanda berikut yang Yourbanize rangkum dari psychologytoday.com.

Toxic Friends: Si kritikus handal

Via: www.lifehopeandtruth.com

Apapun yang kita lakukan seolah terlihat salah di matanya. Dia akan menilai kita habis-habisan dan membuat kita merasa insecure dengan diri sendiri. Dia menganggap tidak ada yang salah dengan dirinya dan kita sebaliknya. Meskipun jujur itu keren, ada kalanya caranya mengkritik justru untuk menutupi kekurangannya sendiri dan dilimpahkan ke orang lain.

Toxic Friends: Si tukang cari perhatian

Via: www.fotinihatzis.com

Dimanapun berada, teman di sebelah kita selalu jadi ingin yang paling terlihat di antara semua orang. Dia juga sering menceritakan banyak hal pada orang lain padahal belum tentu yang disampaikannya berniat baik.

Toxic Friends: Si “backstaber”

Via: www.careeraddict.com

Hubungan dekat kalian justru jadi bumerang. Berbagai rahasia dan masalah yang pernah diceritakan pada teman kita bisa jadi senjata mematikan yang bisa dia manfaatkan sewaktu-waktu untuk membuat kita down.

Toxic Friends: Si nggak bisa apa-apa

Via: www.lipstiq.com

Duh, jangankan mengurusi orang lain. Temanmu belum tentu mampu mengurusi dirinya sendiri. Di saat dia butuh bantuan, kita siap sedia di sebelahnya. Tapi, saat kita dalam kesulitan, sebaiknya pikir ulang lagi untuk mengandalkan bantuannya.

Toxic Friends: Si lebay

Via: www.verywell.com

Ada masalah atau sesuatu diluar dugaan datang pada dirinya, reaksinya kelewat berlebihan. Dia bisa saja mengeluarkan reaksi-reaksi yang seharusnya tidak ditunjukkan di depan orang banyak. Bukannya berfokus bagaimana menyelesaikan masalah, dia malah sibuk dengan emosinya yang naik turun

Toxic Friends: Si “bad influence”

Via: www.forgottothink.com

Kehadirannya kini justru membawa pengaruh buruk untuk diri sendiri. Menghadapi teman yang satu ini malah buat diri kita stress, sakit dan sebagainya–padahal secara fisik sedang dalam keadaan sehat maksimal. Niat kita yang ingin selalu dekat dengannya dan menjalin hubungan pertemanan yang berkualitas malah membawa pengaruh buruk.

Kita memiliki preferensi masing-masing dalam menentukan siapa saja orang yang akan menjadi teman. Hal ini tidak perlu diartikan jika kita terlalu pemilih, tapi lebih untuk menghargai diri sendiri agar tidak terjebak dalam hubungan pertemanan yang tidak sehat dan mengapresiasi siapa saja yang selalu ada untuk kita.

 

Facebook Comments

Subscribe Us!

Leave a Comment

Your email address will not be published.

Show Buttons
Hide Buttons