Kontroversi Karakter Gay di Film Beauty and The Beast – Worth to Watch?

March 20, 2017
313 Views

Film Beauty and the Beast sudah mencuri perhatian dunia sejak setahun lalu dikabarkan akan dibuat versi live-action dan dirilis pada bulan Maret 2017. Tidak hanya ceritanya yang sudah sangat familiar di berbagai generasi dan penampilan Emma Watson sebagai Princess Belle. Mendekati waktu rilisnya, makin banyak berita-berita yang seolah menjadi gerbang sebelum film ini akhirnya resmi rilis 17 Maret 2017 lalu. Salah satu berita yang cukup santer adalah persoalan karakter gay yang dipresentasikan melalui karakter LeFou, kaki tangan Gaston, pria yang memaksa Belle menikah dengannya.

Berita tersebut menyebar ke seluruh dunia dan beberapa negara mulai bereaksi atas pemberitaan tersebut. Seperti dilansir Huffingtonpost.com, salah satu bioskop di Alabama, Amerika Serikat memboikot film tersebut untuk ditayangkan. Rusia mensyaratkan penonton berusia diatas 16 tahun yang berhak menonton. Sedangkan dari tanah Asia, Malaysia meminta adanya sensor pada bagian yang menjadi kontroversial, namun pihak Disney menolaknya.

LeFou (kiri) dan Gaston (kanan)
Via: www.infoberita.biz

Karakter LeFou sebagai kaki tangan Gaston yang setia digambarkan sebagai sosok yang selalu berada bersama bosnya dan mengikutinya kemana saja. Sang sutradara, Bill Condon, mengungkapkan adanya “gay moment” antara Gaston dan Lefou. Pada satu waktu, Lefou ingin menjadi sosok kuat seperti Gaston, namun di waktu lain perasannya berubah menjadi sesuatu yang lebih dari sekadar bos dan pendampingnya. LeFou bingung atas dua perasaan ini. Pihak Disney melansir karakter gay dalam film mereka pertama kali muncul dalam Beauty and The Beast. Josh Gad selaku pelakon peran LeFou mendapatkan pujian dari Bill Condon karena membawakan karakter ini dengan baik dan pernghargaan bagi sang pemeran dengan tidak menghilangkan bagian ini dari film.

Bill Condon tampaknya sudah lelah dengan segala pertanyaan mengenai karakter gay ini. Ia bersikeras bahwa sebaiknya penonton berfokus pada filmnya secara keseluruhan agar lebih memahami seluruh makna film. Sutradara berusia 61 tahun ini beralasan bahwa adanya karakter gay ini sebagai bagian dari merayakan indentitas individu pada masa kini serta gambaran apa yang sesungguhnya terjadi di dunia.

Meski banyak kontroversial yang mengiringi, harus tetap diakui bahwa film ini adalah bagian dari seni dan sudah sepatutnya menghargai sebagai karya cipta yang bisa dinikmati dengan cara yang nyaman. Menurut Yourbanize, kalau kamu kangen untuk nonton film Disney yang menemani kita saat kecil, terlepas dari semuanya, pas sekali untuk ditonton saat akhir pekan bareng orang tersayang. Apalagi, jika ingin tahu akting Emma Watson diluar karakter penyihir pintar Hermione Granger.

 

Source:

http://www.huffingtonpost.com/entry/beauty-and-the-beast-gay-controversy_us_58cc264ae4b0be71dcf498e5

http://www.foxnews.com/entertainment/2017/03/16/bill-condon-on-beauty-and-beast-gay-controversy-im-sort-sick-this.html#

Facebook Comments

Subscribe Us!

Leave a Comment

Your email address will not be published.

Show Buttons
Hide Buttons